RAM

MSI Buat RGB Monitor Arm. Bagus. Tapi Kurang Bersinar.

MSI Buat RGB Monitor Arm. Bagus. Tapi Kurang Bersinar.

Saya tidak suka lampu RGB gamer. Anggap norak, tidak perlu. Ini sudah berulang kali saya sampaikan. PC desktop saya? Bangunnya seperti kulkas mini, elegan. Bukan seperti jet tempur penuh lampu Natal.

Tapi, untuk sekali ini, saya oke dengan aksesori RGB baru. Monitor arm VESA RGB dari MSI. Malah, menurut saya, kurang berani. Kurang banyak RGB-nya.

Mengapa Monitor Arm? Mengapa RGB di Sana?

Monitor arm, atau lengan monitor, bukan cuma soal estetika. Ini soal ergonomi. Meja kerja jadi lega. Monitor bisa diatur tinggi, miring, putar sesuai posisi duduk. Leher tidak pegal, mata tidak cepat lelah. Investasi kecil, dampak besar pada kesehatan dan produktivitas.

MSI umumkan dua model arm baru: MPG MT201RG dan MPG MT201DRG. Bedanya cuma satu: MT201RG untuk satu monitor, MT201DRG untuk dua monitor. Keduanya punya fitur serupa, termasuk RGB.

RGB pada monitor arm? Awalnya saya skeptis. Tapi coba pikir. Lampu RGB di kipas casing, RAM, atau GPU, seringkali terlalu terang, langsung menyorot mata. Jadi gangguan. Tapi di monitor arm, posisinya di belakang monitor, atau di bagian bawah lengan. Cahayanya memantul ke dinding atau meja. Efeknya jadi ambient, tidak langsung. Ini yang bikin beda.

Cahaya ambient ini bisa mengurangi ketegangan mata, terutama saat ruangan gelap. Kontras antara layar terang dan lingkungan gelap berkurang. Lebih nyaman. MSI tahu ini. Mereka pasang strip RGB di bagian bawah lengan, atau di bagian penyangga monitor. Memberi cahaya halus, tidak mencolok. Bisa disinkronkan dengan ekosistem Mystic Light MSI. Ini poin plus.

Namun, justru di sinilah saya merasa MSI kurang berani. Desainnya bagus, kokoh, tapi RGB-nya terlalu sedikit. Hanya di beberapa titik. Padahal, potensi RGB di monitor arm itu besar. Bayangkan jika ada strip RGB di sepanjang sisi lengan, atau bahkan di bagian engsel. Memberi kesan futuristik, tapi tetap elegan karena pantulan cahaya tidak langsung.

Bisa juga ada fitur 'active lighting' yang merespons konten di layar, seperti Ambilight TV. Atau, mode 'focus light' yang memancarkan cahaya putih redup ke area kerja di bawah monitor. Ini bukan sekadar lampu hias. Ini fungsional. MSI punya platform, punya teknologi. Kenapa tidak digali lebih dalam?

Tips Memilih dan Memaksimalkan Monitor Arm RGB

Memilih monitor arm tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, apalagi jika ingin fitur RGB-nya maksimal:

  1. Kapasitas Berat dan Ukuran Monitor: Pastikan arm mampu menahan berat dan ukuran monitor Anda. Setiap arm punya spesifikasi maksimal. MSI MPG MT201RG/DRG ini biasanya untuk monitor ukuran standar hingga besar, tapi tetap cek spesifikasi detailnya. Jangan sampai monitor jatuh.
  2. Kompatibilitas VESA: Hampir semua monitor modern punya lubang VESA di belakang. VESA 75x75mm atau 100x100mm adalah yang paling umum. Pastikan arm Anda mendukung ukuran VESA monitor.
  3. Fleksibilitas Penyesuaian: Cari arm yang bisa atur tinggi, miring, putar (pivot), dan maju/mundur (swivel). Semakin fleksibel, semakin mudah dapat posisi ergonomis optimal.
  4. Manajemen Kabel: Monitor arm yang bagus punya jalur tersembunyi untuk kabel. Ini penting agar meja tetap rapi, tidak ada kabel menjuntai. Untuk arm RGB, ini krusial agar kabel RGB juga bisa disembunyikan.
  5. Sinkronisasi RGB: Jika Anda sudah punya ekosistem RGB (misalnya, Corsair iCUE, Razer Chroma, atau MSI Mystic Light), pilih monitor arm yang bisa disinkronkan. Ini membuat setup terlihat kohesif, tidak seperti kumpulan lampu yang tidak nyambung.
  6. Penempatan untuk Efek Terbaik: Untuk RGB